Sponsor ADMIN TMIN4LINK 08889102000

Menabung untung atau malah bikin buntung? Itu adalah pertanyaan yang sering muncul beberapa waktu belakangan ini. Bukan tanpa alasan karena mulai muncul pertanyaan atau bisa dibilang harapan dari masyarakat akan produk tabungan tanpa biaya. Namun sayang, saat ini masih belum ada model menabung konvensional yang bebas biaya bulanan dan potongan ini-itu.

Tabungan konvensional secara umum masih menerapkan biaya administrasi yang besarnya bervariasi mulai dari ribuan rupiah per bulan hingga Rp 20 ribu per bulan. Selain potongan tersebut, ada lagi yang namanya biaya penalti, yaitu biaya bagi pemilik rekening dengan saldo kurang dari jumlah minimal yang ditetapkan bank.

Belum cukup sampai disitu, masih ada lagi biaya transfer dan tarik tunai antar bank. Besaran biaya ini bervariasi mulai dari Rp 6.500 per transaksi. Lanjut lagi, ada juga biaya penggantian kartu kredit yang hilang atau rusak dan biaya pembayaran tagihan via ATM.

Bisa bayangkan kalau Anda menabung dengan nominal kecil maka saldo Anda bukannya makin bertambah, tetapi justru malah cenderung terkuras pelan-pelan karena potongan ini-itu.

Kalau pun muncul model tabungan yang bebas biaya administrasi, tapi toh harus ada minimal setoran awal untuk mendapatkan bunga tertentu, biaya ganti buku tabungan karena penuh, hilang atau rusak dan masih banyak lagi syarat-syarat lainnya.

Mungkin betul juga saran orang tua jaman dulu yang menyarankan untuk menyimpan uang di bawah bantal bawah bantal, daripada harus menyimpannya di bank dengan biaya administrasi bulanan yang tak ketulungan?

Beberapa Tokoh Berbicara Soal Tabungan

 

Seiring dengan kemajuan tingkat melek literasi keuangan masyarakat, banyak orang kini mulai mengkritisi model menabung di bank. Sejumlah tokoh dan pakar pun “menggugat”. Tokoh dunia R. Buckminster Fuller berkata, ”Kekayaan kita dicuri melalui uang kita. Mengapa menabung uang?”.

Tokoh perbankan Indonesia Darmin Nasution juga pernah geram dengan perbankan yang mengeruk keuntungan besar dengan berkata, “Selain biaya dana, tingginya biaya operasional ditambah dengan kerakusan bank mengumpulkan keuntungan, juga mempengaruhi pembentukan suku bunga kredit yang yang tinggi. Ini sesuatu yang menurut saya tidak adil dan tidak wajar.”

Lebih keras lagi tentu saja statement ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri yang berkata, “Sebodoh-bodohnya orang di Indonesia adalah orang yang menabung di bank. Di negara ini, jika seseorang menabung di bank maka uang yang bersangkutan bukan akan bertambah, tetapi malah berkurang.”

Siapa coba yang tidak tergelitik untuk mendalami pemikiran kritis ini. Tokoh-tokoh ekonomi dan perbankan ini tentu tak asal bicara.

Selain potongan dan biaya administrasi ini-itu, anak-anak pun tahu kalau menabung di bank bunganya kecil. Bunga yang kecil tak sebanding dengan tingkat inflasi. Nilai uang pun tergerus dari waktu ke waktu.

Menabung di bank memang mendapatkan bunga. Namun apa daya, masyarakat mungkin tak banyak yang tahu, meski ada bunga tabungan, uang Anda sebenarnya menyusut. Bunga tabungan terlalu kecil.

Bisa dibilang inflasi adalah pencuri nilai uang Anda, karena inflasi di Indonesia biasanya lebih tinggi dari bunga tabungan. Inflasi menggerus nilai uang Anda karena bunga tabungan terlalu kecil jika dibandingkan dengan tingkat inflasi. Uang Anda secara nominal memang tidak berubah, tetapi nilai uang merosot seiring dengan pergantian waktu. Tak hanya merosot, sejatinya justru MINUS- tapi apa menabung untung cuma tinggal harapan?

Darmin Nasution dalam bukunya “Bank Sentral Itu Harus Membumi” (GalangPress:2013) tak hanya menyoroti soal “kerakusan bank”, tetapi juga bicara jujur soal suku bunga kredit yang tinggi dan mencekik. “Ini sesuatu yang menurut saya tidak adil dan tidak wajar. Bagaimana mungkin masyarakat kecil yang produktif bisa mengembangkan usahanya kalau belum apa-apa suku bunga bank sudah menghadang? Harus ada solusi yang jitu untuk menembus keserakahan bank memupuk keuntungan,” tulisnya.

Apa yang dituliskan Darmin Nasution ini bisa dengan mudah dirasakan. Bank memang membayarkan bunga pada para penabung (nasabah), tetapi perbedaan antara bunga pinjaman dan bunga penabung terlalu lebar. Bunga tabungan dan deposito sangat kecil, tetapi ketika harus meminjam entah buat modal usaha, KPR, kredit pemilikan motor atau mobil bunganya selangit.

Yang Lebih Dari Tabungan

 

Masyarakat Indonesia yang gemar menabung jelas mendambakan produk tabungan modern yang bebas biaya bulanan dan lebih dari tabungan konvensional. IN4LINK bisa menjadi solusi bagi mimpi masyarakat Indonesia yang mengharapkan menabung untung.

IN4LINK menjadi solusi cerdas menabung untung dengan cara termodern. IN4LINK adalah suatu sistem pemasaran asuransi jiwa melalui jaringan keagenan. IN4LINK sendiri merupakan saluran pemasaran model agency networking resmi di bawah naungan Asuransi Tugu Mandiri, dimana model jaringan keagenan ini menawarkan salah satu produk unit link dari PT. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri yaitu TM Powerlink.

TM Powerlink merupakan program asuransi berbasis investasi yang dikelola secara professional untuk memberikan hasil investasi yang optimal sesuai dengan jenis investasi yang Anda pilih. TM Powerlink adalah salah satu produk unggulan dari Tugu Mandiri, sebuah perpaduan antara investasi dan asuransi yang selama ini sudah terbukti memberikan jaminan akan kesejahteraan di masa tua bagi para karyawan BUMN yang telah mengambil manfaatnya. Saat ini produk TM Powerlink ditawarkan melalui program jaringan pemasaran IN4LINK.

IN4LINK merupakan program resmi dari PT. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri yang diluncurkan pada tahun 2016. Program ini dibuka dan diresmikan oleh Donny J. Subakti selaku Direktur Utama, Khusnun Arief selaku  Direktur Teknik dan Marketing, dan Chief Marketing Officer – Gus Imron Gunasendjaja. Anda bisa melihat lebih jauh dari website utama mereka di www.tmin4link.com

Jaringan pemasaran melalui IN4LINK bahkan menawarkan 4  jenis manfaat sekaligus yaitu untuk memiliki perlindungan asuransi (proteksi), Investasi (Unit Link), peluang penghasilan sebagai Agen Pemasaran (mengikuti peraturan keagenan yang berlaku), dan juga kemudahan transaksi dan pemasaran melalui penggunaan teknologi melalui internet.

Untuk bisa mendapatkan semua manfaat menabung untung tersebut yang perlu Anda lakukan adalah bergabung dengan membeli produk asuransi jiwa TM Powerlink. Terdapat 3 jenis pilihan premi untuk Anda, namun kami selalu menyarankan untuk Anda bisa minimal mengambil premi Rp. 700,000. Silahkan telusuri www.tmin4link.id untuk informasi lebih lanjut mengenai Tugu Mandiri IN4LINK atau hubungi sponsor Anda melalui data sponsor di website ini.

Sambutan masyarakat pun luar biasa dengan program IN4LINK, dimana belum genap setahun proram ini berjalan, sudah lebih dari 5000 member bergabung. Sangat mudah untuk bergabung di Tugu Mandiri IN4LINK apalagi kami melalui website support www.tmin4link.id selalu siap membantu para calon nasabah, termasuk Anda untuk bisa mendaftar, mempromosikan bisnis, dan mengontrol jaringan tanpa Anda harus keluar rumah melalui website support yang kami siapkan khusus untuk Anda. Yuk Nabung Asuransi!