Sponsor ADMIN TMIN4LINK 08889102000

Model Bisnis Network Marketing seringkali dicurigai dan dipandang negatif oleh masyarakat Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah karena banyak sekali terjadi kasus penipuan menggunakan network marketing sebagai kedok. Yang paling umum di Indonesia adalah bentuk investasi bodong menggunakan model bisnis networking marketing, mereka tidak memiliki produk, punya produk kualitas rendah tapi menjualnya dengan harga tinggi, atau sekedar memutar uang dengan janji keuntungan besar mencapai 40% per bulan dari nilai investasinya. Awalnya terlihat berjalan baik, tetapi setelah beberapa tahun perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan dan kemudian tutup dan meninggalkan kerugian besar bagi para mitra usahanya.

Namun sebaiknya hal tersebut tidak perlu membuat Anda memandang negatif kepada seluruh pelaku industri network marketing. Masih banyak perusahaan menjalankan model bisnis networking dengan baik, yang memberikan kesejahteraan kepada mitra usahanya. Sama seperti halnya di perbankan, memang banyak bank yang ditutup oleh pemerintah karena melakukan penyimpangan atau tidak memenuhi aturan, tetapi hal itu tidak akan membuat Anda kapok dan tidak mau berurusan lagi dengan bank, karena masih banyak bank yang baik dan membantu banyak nasabahnya.

Anda mungkin akan berkata bahwa model bisnis network marketing itu menjalankan model piramida, yaitu model bisnis yang hanya menguntungkan orang yang bergung lebih awal. Tetapi menurut kami sebetulnya struktur di banyak perusahaan konvensional-lah yang merupakan model piramida dengan satu pimpinan utama dan berbagai orang di bawahnya saling berebut posisi diatasnya.

Sedangkan model bisnis network marketing sendiri adalah kebalikan dari model bisnis umum, karena dalam model bisnis ini di rancang agar setiap orang punya kesempatan yang sama menuju puncak. Model bisnis network marketing tidak akan berhasil jika tidak membantu orang lain meraih posisi puncak.

Jika Anda benar-benar orang anti-MLM, entah karena Anda pernah mengalami pengalaman buruk dengan model bisnis ini, atau karena informasi dari orang lain, dan argumen di atas tidak bisa mengubah penilaian negatif anda tentang bisnis ini, maka Anda perlu meluangkan waktu sejenak untuk menyimak apa saja yang dikatakan oleh para tokoh sukses tentang model bisnis ini :

“Tujuh juta pelaku bisnis network marketing membantu pertumbuhan Amerika, memperkuat negara dan ekonomi kita. Anda tidak hanya mencapai sukses bagi diri Anda sendiri, tetapi juga menawarkan peluang bagi orang lain. Anda telah membantu banyak orang untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup mereka.”

Bill Clinton, Mantan President USA:

“Tujuh juta pelaku bisnis network marketing membantu pertumbuhan Amerika, memperkuat negara dan ekonomi kita. Anda tidak hanya mencapai sukses bagi diri Anda sendiri, tetapi juga menawarkan peluang bagi orang lain. Anda telah membantu banyak orang untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup mereka.”

Robert T. Kiyosaki, Penulis Buku – Buku Best Seller dan Pebisnis Kaya Raya:

“Dalam jangka panjang, penghasilan pembangun jaringan (network marketer) yang sukses berpotensi mengalahkan penghasilan sebagian besar profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan orang-orang kuat dan ulet lainnya.”

“Dari semua peluang-peluang usaha yang ada pada hari ini, salah satu yang paling penting adalah penjualan langsung (direct selling), yang juga disebut pemasaran jaringan (network marketing).”

Paul Zane Pilzer, Penasehat Ekonomi Presiden USA di masa Presiden George W. Bush, Ekonom, Penulis, dan Profesor:

“Dari semua peluang-peluang usaha yang ada pada hari ini, salah satu yang paling penting adalah penjualan langsung (direct selling), yang juga disebut model bisnis pemasaran jaringan (network marketing).”

Safir Senduk, Perencana Keuangan, Pnulis dan Pembicara Nasional:

“Model Bisnis Network Marketing itu bagus sekali. Bagus dalam arti bahwa potensi penghasilannya bisa sangat tidak terbatas, sampai bagus dalam arti bahwa bisnis tersebut bisa membantu mengubah sikap dan kepribadian seseorang menjadi lebih baik “

“Betul, Banyak orang yang gagal dalam menjalankan bisnis network marketing, tapi hal ini juga terjadi pada berbagai bidang bisnis lain. Masuknya Anda dalam bisnis network marketing bukan berarti bahwa itu merupakan jaminan keberhasilan. Anda hanya bisa berhasil dalam bisnis seperti ini kalau Anda bekerja. Masalahnya, banyak orang yang masuk ke bisnis ini mengharapkan bahwa mereka bisa berhasil tanpa perlu bekerja. Itu jelas mustahil.”

Brian Tracy, Penulis dan Pembicara Motivasional:

“Masa depan Bisnis Jaringan tak terbatas. Tidak ada ujungnya. Model Bisnis ini akan terus menerus tumbuh, karena orang-orang yang lebih baik akan masuk ke dalamnya. Mereka meningkatkan seluruh standar network marketing ke titik di mana, bisnis ini segera menjadi metode bisnis yang paling dihormati di dunia.”

Jim Rohn, Filsuf Bisnis:

“Model Bisnis Network Marketing adalah gelombang besar masa depan. Bisnis ini mengambil alih bisnis waralaba, yang sekarang ini membutuhkan modal yang terlalu besar untuk orang kebanyakan.”

Ustadz Yusuf Mansyur, Pebinis dan Pemuka Agama:

“Kalo perlu, kecap, garam, cabe/bumbu2x, beras, sayur, buah, di-MLM-kan. Supaya pasarnya ga dikuasai dan dikendalikan segelintir orang saja.

Apalagi bisnis – bisnis yang sekarang ini telanjang diliat oleh mata, dikuasai benar oleh segelintir saja. Bangsa Indonesia, jadi pekerja saja. Tidak ikut menikmati potensi keuntungan, dan potensi ekonomi. Bahkan tidak jarang, dunia retail, nginjek – nginjek supplier.

MLM itu ada barang & omset. Kalo pembagian bonus cuma dari uang pendaftaran anggota baru = money game. Ini yang bikin cacat dunia MLM.

Dunia Network Marketing (MLM) juga dunia silaturahim, belajar, mengajar, saling membesarkan. Bukan hanya sekedar antara penjual dan pembeli, yang kering tanpa ruh.”

Stephen Covey, penulis buku terlaris di dunia “7 Habits of Highly Effective People”

“Network Marketing adalah model bisnis yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang dan membuat setiap orang yang mengerjakannya dapat menjadi berpikir besar menuju impiannya masing-masing secara terarah.”

Aa Gym, Pebinis dan Pemuka Agama:

“Alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja itu ada 5:

  1. Keuntungan Amal Saleh;
  2. Keuntungan Membangun Nama Baik;
  3. Keuntungan Menambah Ilmu, Pengalaman dan Wawasan;
  4. Keuntungan Membangun Tali Silaturahmi atau Relasi Yang Baik;
  5. Keuntungan yang tidak sekedar mendapat manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak orang dan memuaskan orang lain

Ternyata dari 5 alat ukur tersebut semua terakomodir dalam Model Bisnis Network Marketing, misalnya keuntungan membangun relasi dan silahturahmi, merupakan hal pokok dalam bisnis Network Marketing, sebab dalam bisnis network marketing dibangun atas dasar 2 prinsip: menjual dan mensponsori orang lain ke dalam bisnis ini. Kedua hal tersebut hanya dapat dilakukan dengan melakukan silahturahmi (dalam NM disebut home sharing, home meeting), dalam silahturahmi itu pelaku bisnis ini mempresentasikan tentang keunggulan produk maupun peluang bisnisnya untuk menjadi seorang enterpreneur.

Silahturahmi dalam model bisnis network marketing dianjurkan dari orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota keluarga dan sahabat. Kepada merekalah kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini, lalu dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga, relasi, maupun kenalan-kenalan baru. Lagi-lagi dalam perspektif Islam silahturahmi dan menjual juga dianjurkan, silahturahmi dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Bukahri, “Siapa yang ingin murah rezekinya dan panjang umurnya, maka hendaklah ia mempererat hubungan silahturahmi”, begitupun saat ditanya oleh sahabatnya tentang usaha yang terbaik, Rasullah menjawab: kerja dengan seseorang dan semua jual beli yang mabrur.

Setelah berhasil mensponsori, maka peran upline selaku “orang tua” kepada downline dilakukan. Layaknya orang tua, upline memberikan pengarahan, bimbingan dan mengajarkan tentang seluk beluk bisnis ini, ataupun mengikuti training dan pelatihan yang dilakukan perusahaan maupun leader, yang dalam Islam dikenal dengan Taushiyah (saling berbuat kebaikan)